Susahnya untuk IKhlas

Posted: 10 Agustus 2009 in Curhatku
Tag:,

Suatu hari ada teman yang meminta bantuan untuk sesuatu hal tentang masalah komputer, kucoba untuk membantu dia karena dorongan batin dan naluri untuk menolong sesama. Dengan kerja keras akhirnya dapat juga tuh kerjaan rampung alias selesai. Waktu selesai orang itu bilang Terimakasih ya atas bantuannya kemudian pergi dengan perasaan senang. dalam hal ini saya tidak menyalahkan dia yang telah pergi begitu ditolong, melainkan diri saya sendiri yang walaupun dalam hati ingin menolong tapi perasaan ingin mendapatkan imbalan atas suatu bantuan tetap ada, mengapa hati ini sulit untuk  ikhlas….??????

Disuatu tempat saya bertemu dengan orang yang telah membuat kesal sekali karena perbuatannya, kemudian ia minta maaf atas kesalahannya. saya sudah memaafkan tapi mengapa perasaanku tetap ingin membalasnya, Mengapa hati ini sulit untuk ikhlas….????

Kalimat ikhlas mudah sekali diucapkan karena hanya terdiri dari 2 kata, namun akan terasa sulit untuk dirasakan karena adanya pamrih untuk sesuatu.

Bagaimanakah mendidik jiwa kita untuk bersikap ikhlas????

Sudahkah kita berbuat ikhlas???

Ikhlaskah kita memaafkan orang yang telah menyakiti kita???

—————————————————————————-

I Hate Myself But i don’t know what to do.

—————————————————————————–
Update…
Berdasarkan Pengalaman yang telah dijalani, cara agar batin kita tetep ikhlas dalam membantu atopun dalam pertolongan adalah Sikap melupakan yang kebaikan yang telah dilakukan dan alihkan pikiran pada masalah lain agar kita makin berkembang.

Semoga Berguna dan terimakasih atas kunjungannya.

Komentar
  1. itcompare mengatakan:

    amal ikhlas untuk semacam kepentingan duniawi yang tidak urgen banget emang sering kurang dihargai, makanya pasang tarif aja, kecewa dong cuma dibilang “makasih”. Mending kalo dia ngomong, “berapa nih ongkosnya ?” kalo kita jawab “udah bawa aja, gratis..” ini baru melegakan hati…alias ikhlas..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s